Satu siklus menstruasi rata-rata 28 hari, namun jika terjadi antara 24-35 hari masih masuk dalam kategori normal. Siklus tersebut pun bisa berubah-ubah dari bulan ke bulan atau bisa saja tetap. Beberapa penyebab tidak teraturnya siklus menstruasi antara lain dikarenakan stres, penyakit tertentu, gizi yang kurang baik atau olahraga yang berlebihan. Meskipun siklus menstruasi yang tidak teratur biasanya dianggap normal, ada hal-hal yang perlu diwaspadai jika ada perubahan yang cukup signifikan. Menstruasi seperti apa yang perlu dikhawatirkan dan segera diperiksakan ke dokter?
1. Siklus Haid
Rata-rata siklus menstruasi perempuan yang normal adalah 21-35 hari. Jika lama menstruasi Kamu lebih dari 31- 35 hari atau jangka waktu kurang dari dua minggu antara periode haid pertama dengan priode haid kedua, ada kemungkinan darah yang keluar bukan darah menstruasi dan termasuk haid tidak normal.
2. Lama Waktu Haid

Biasanya haid berlangsung selama tujuh hari. Jika kamu mengalami haid lebih dari tujuh hari, kamu perlu waspada karena bisa jadi tanda haid tidak normal dan mungkin saja kamu mengidap menorrhagia, yaitu meningkatnya volume darah menstruasi.
3. Darah Haid Berlebihan

Waspada dengan darah haid yang terlalu banyak keluar. Banyaknya darah yang keluar membuat kamu harus mengganti pembalut setiap satu atau dua jam, dan merupakan salah satu tanda kamu mengalami menorrhagia.
4. Nyeri atau Sakit Berlebihan
Ketika kamu sering merasakan nyeri yang secara tiba-tiba dan sangat berlebihan pada perut. Nyeri haid ketika sebelum atau saat haid adalah sesuatu yang normal, tetapi kalau sekiranya dirasakan sampai mengganggu aktivitas harian bahkan seperti ingin pingsan ini adalah gejala yang tidak normal. Penyakit seperti gejala yang dipaparkan ini adalah dysmenorrhea, yaitu suatu kondisi sakit berlebihan saat haid. Selain itu, gejalanya juga sakit di punggung bagian bawah dan kaki, perut kram, dan juga rasa sakit pada area tulang panggul.
5. Gumpalan Darah
Keluarnya darah yang menggumpal saat menstruasi adalah normal. Namun jika terdapat gumpalan darah dalam jumlah besar, kemungkinan kamu mengalami heavy period.
6. Selama 3 Bulan Tidak Haid
Jika kamu tidak haid selama tiga bulan, mungkin saja kamu mendapatkan kabar baik yaitu mengandung si buah hati atau jangan-jangan kamu sedang mengalami amenorrhea, perimenopause atau menopause. Amenorrhea bisa terjadi akibat penyakit, stres yang berlebihan, olahraga terlalu berat, atau turunnya berat badan terlalu drastis.
7. Kram Berlebihan Saat Haid

Jika sejak awal menstruasi kamu memang mengalami kram yang cukup parah hingga masa dewasa, ada baiknya kamu berdiskusi dengan dokter. Kram yang cukup parah dan sering dapat dikategorikan sebagai gejala haid tidak normal. Segera Diskusikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab timbulnya kram yang cukup parah selama masa menstruasi. Memang ada sebagian wanita yang selalu mengalami kram saat menstruasi selama beberapa tahun setelah kali pertama menstruasi. Namun kram akan berkurang karena pertambahan usia dan atau setelah melahirkan.
No comments:
Post a Comment